METRO – Para pengguna jalan yang melintasi Jembatan Gantung Pelita, yakni jalur penghubung antara Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan ekstra hati-hati. Kondisi jembatan alternatif tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah yang dapat mengancam keselamatan warga. Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan yang terletak di antara Kecamatan Metro Kibang (Lampung Timur) dan Metro Selatan (Kota Metro) ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural yang signifikan. Sejumlah papan penopang kayu terlihat sudah lapuk, keropos, bahkan beberapa titik tampak patah. Kondisi ini memaksa pengendara, terutama pengendara roda dua, untuk melintas secara bergantian dengan sangat perlahan demi menghindari risiko terperosok atau kehilangan keseimbangan. Menurut keterangan warga setempat, penurunan fungsi jembatan ini sebenarnya sudah dirasakan sejak pandemi COVID-19 melanda beberapa tahun lalu. Hingga kini, belum ada perbaikan permanen yang dilakukan, sehingga kondisi material jembatan terus menurun dimakan usia dan cuaca. “Kondisi seperti ini sudah lama, sejak zaman COVID. Kami sangat berharap janji pemerintah untuk membangun kembali jembatan ini benar-benar terwujud,” ujar salah satu warga yang rutin melintas. Kabar baiknya, Pemerintah Provinsi Lampung dikabarkan telah memasukkan proyek pembangunan kembali Jembatan Gantung Pelita ke dalam agenda kerja tahun 2026. Meski sudah masuk dalam perencanaan, warga tetap menaruh harapan besar agar proses realisasi tidak mengalami penundaan. Urgensi perbaikan ini didasari oleh status jembatan sebagai akses vital, terutama bagi: Para Pelajar: Siswa dari Lampung Timur yang bersekolah di Kota Metro maupun sebaliknya. Akses Ekonomi: Mempercepat mobilitas hasil bumi dan perdagangan antarwilayah. Efisiensi Waktu: Jalur ini merupakan jalur alternatif tercepat dibandingkan harus memutar jauh melalui jalur utama. Warga berharap pihak terkait segera melakukan peninjauan dan memastikan pembangunan dimulai tepat waktu guna mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan di masa mendatang.