Bandar Lampung – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana sore hari di sejumlah sudut kota tampak lebih ramai dari biasanya. Tradisi ngabuburit kembali menjadi momen yang dinantikan masyarakat selama bulan Ramadan.Istilah ngabuburit sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti menunggu waktu sore. Kini, tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya Ramadan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari berburu takjil, jalan santai bersama keluarga, hingga mengikuti kajian keagamaan, masyarakat memanfaatkan waktu sore dengan beragam aktivitas positif.Di beberapa titik keramaian, pedagang musiman menjajakan aneka makanan dan minuman khas Ramadan. Kolak, es buah, gorengan, hingga jajanan tradisional menjadi incaran warga yang ingin menyiapkan hidangan berbuka.Salah satu warga, Gugun (32), mengaku ngabuburit menjadi momen kebersamaan yang jarang didapatkan di hari biasa. “Biasanya sibuk kerja. Ramadan jadi waktu yang pas untuk kumpul keluarga sambil cari takjil,” ujarnya.Pantauan jurnalis Poinnews sepanjang jalan pangling polim di padati pedagang musiman yang menjajakan takjil. Begitu pula di jalan Dr. Susilo Teluk betung yang menjadi pusat bazar kuliner Ramadhan, setiap hari selama Ramadhan beragam hidangan Nusantara lauk pauk dan jajanan kekinian juga tersedia.Neken meylinda (42) mengaku berjualan catering di Jl dokter susilo sudah hampir 10 tahun, setiap hari ada saja warga yang datang untuk berburu kuliner, bahkan omzet nya mencapai puluhan juta rupiah.“Alhamdulillah berkah Ramadhan setiap tahun kita jualan membuka lapangan pekerjaan untuk ibu ibu di sekitar rumah ya” Ujar niken (*) Navigasi pos Resto “Kampung Kecil” Rekomendasi Bukber yang eksotis Baru 2 tahun, Pasar Raya Lebak Budi Mulai ditinggalkan Pedagang dan Pengunjung