Pasar Raya Lebak Budi yang terletak di Jl Imam Bonjol Kota Bandar Lampung tampak sepi pedagang apalagi pembeli. Pasar yang diresmikan Walikota Bandar Lampug pada Mei 2024 ini perlahan mulai ditinggalkan pedagang juga pengunjung, padahal pasar yang mengunsung konsep modern ini tertata rapih dan bersih.

Berdasarkan pantuan jurnalis Poinnews.co.id Minggu (22/02/26) sejumlah kios dan lapak tutup. Dari 40 kios dan 161 lapak hanya beberapa saja yang mesih bertahan, lahan parkir pun tampak lengang.

Salah satu pedagang cabai di lapak, Suryati (50) mengatakan tidak tau pasti mengapa rekan sesama pedagang enggan berjualan di sini, padahal menurutnya sewa hanya 20.000 per hari, untuk kios tergantung ukuran dan Lokasi.

Ia menambahkan, biasanya di bulan Ramadhan, saat sore hari menjelang berbuka puasa, ada beberapa pedagang kuliner berjualan di pasar Raya Lebak Budi, seperti takjil, gorengan dan lainya.

“ gak tau ya kenapa pedagang gak mau masuk dagang disini, padahal sewa nya gak mahal kok, kios ada yang 1.500.000 per bulan ada juga yang lebih tergantung ukuran dan Lokasi di depan apa di dalem” keluh Suryati

Yuli (55) Penjual tempe juga mengeluhkan sepi nya pembeli, yang datang ke pasar Raya Lebak Budi. Sejak awal berjualan di Pasar Lebak Budi kondisi omzet tidak kunjung meningkat. Ia mengaku bertahan hanya untuk sekedar mengisi waktu luang.

Tidak di ketahui pasti mengapa pasar yang berdiri diatas lahan 8.200 meter persegi ini kurang diminati, padahal pasar ini lebih tertata, bersih, akses masuk satu pintu, lahan parkir luas dan gratis, fasilitas yang memadai, tidak ada tumpukan sampah berbau menyengat seperti di pasar tradisional lainya, penataan lapak sayur, daging, ikan rapih. Area kuliner juga tertata rapih.

pada awal di resmikan pasar modern ini seolah meberikah harapan kekuatan ekonomi yang akan berputar pesat, banyak media yang memberitakan peresmian dan antusiasme geliat ekonomi yang bakal tercipta. mulai dari selebgram hingga artis lokal me review keistimewaan pasar ini. Namun kini pasar yang menjadi tempat perputaran ekonomi tampak lesu, dikeluhkan pedagang, mulai ditinggalkan pedagang, karena sepi nya pengunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *