BANDAR LAMPUNG – Belantika musik Lampung kembali kedatangan talenta segar. Kali ini, sebuah band baru bernama “Melukis Kata” hadir membawa warna berbeda. Bukan sekadar nama, “Melukis Kata” memiliki filosofi mendalam dalam setiap karya yang mereka ciptakan.

Filosofi di Balik Nama

Seperti perbincangan band “Melukis Kata” yang berlangsung dalam program music preuner RRI PRO 2 Bandar Lampung. Menurut Leo salah satu personelnya, nama Melukis Kata dipilih karena mereka ingin membuat sebuah karya yang tersusun dari barisan kata serta diiringi dengan nada indah hingga menjadi sebuah lagu yang enak untuk didengarkan. Tak hanya itu, Mereka ingin setiap orang bukan  hanya mendengarkan nada, tetapi dapat melihat cerita yang tertuang melalui lirik-lirik yang mereka rakit layaknya sebuah lukisan di atas kanvas.

Single “Kecewa”: Puitis Namun Tetap Membumi

Menjawab rasa penasaran pendengar mengenai materi lagu mereka, Melukis Kata menjagokan lagu berjudul “Kecewa”. Berbeda dengan tren lagu galau pada umumnya, band ini memilih pendekatan lirik yang ringan, mudah dimengerti namun puitis.

Meski menggunakan diksi yang dalam, aransemen musiknya dikemas sedemikian rupa agar tetap nyaman di telinga. Mereka ingin mengajak pendengar untuk merenungi rasa sakit melalui pemilihan kata yang lebih elegan dan tidak eksplisit.

Visi Bermusik dan Industri

Terkait jalur karier, Para personel yakni LEO, Yona dan Arif. Mereka sepakat untuk tetap berada di jalur Indie (Independen) untuk saat ini.

“kami ingin memiliki kebebasan kreatif sepenuhnya dalam berkarya. Jalur indie memungkinkan kami mempertahankan idealisme dalam menulis lirik tanpa harus terbebani tuntutan pasar yang terlalu komersial,” Tegas Leo.

Pandangan Terhadap Musisi Lampung

Sebagai band local serta pendatang baru, Melukis Kata menaruh hormat pada perkembangan musisi di Lampung saat ini. Mereka melihat ekosistem musik di Lampung sedang sangat bergairah dengan banyaknya genre yang bermunculan. Bagi mereka, Lampung adalah “gudang” talenta yang tidak pernah habis, dan mereka bangga bisa menjadi bagian dari pergerakan tersebut.

Harapan ke Depan

Tidak muluk-muluk, harapan Melukis Kata adalah agar karya mereka bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang merasa relate dengan cerita dalam lagunya. Mereka berharap musik mereka bisa diterima secara luas, tidak hanya di Lampung, tetapi juga di tingkat nasional, serta mampu memberikan warna baru yang lebih literer di industri musik Indonesia.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *