Bandar Lampung – Harga Kedelai terus merangkak naik secara bertahap sejak Lebaran lalu, sejumlah Produsen Tempe dan Tahu di Kota Bandar Lampung mengeluhkan tinggi nya harga kedelai import dampak perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat saat ini. Harga kedelai Import saat ini mencapai Rp.10.500 per kilogram dari sebelumnya Rp.9.000. produsen tahu dan Tempe tidak menaikkan harga karena khawatir pelanggan akan kabur, guna menyiasati agar tidak merugi produsen memperkecil ukuran tahu dan tempe. Salah satu produsen tempe dan tahu di Kelurahan Jagabaya, Wayhalim, Bandar Lampung, Imam, saat di jumpai kemarin (7/4) menuturkan kenaikan harga Kedelai Import terjadi sejak sebelum Lebaran lalu secara bertahap. Ia mengaku tidak ingin beralih ke kedelai lokal meski harga lebih murah, karena akan mempengaruhi rasa dan kualitas tahu dan tempe. “ kalo kedelai lokal memang lebih murah, tapi jarang di pake produsen ya, karena emang beda rasa dan kualitasnya, tempe nya kurang enak nanti malah gak laku “ Tutur Imam. Salah satu ibu rumah Tangga yang tengah berbelanja di Pasar Tradisonal Wayhalim, Mutia (28) mengaku tak mengeluhkan apabila harga tempe dan tahu naik, Ia akan tetap membeli nya, karena merupakan makanan favorit keluarganya. “ dirumah tetap masak tempe tahu ya hampir setiap hari, karena pada hobi, jadi meskipun harganya naik, kita gak ada pilihan tetap kita beli, emang suka sih gimana ya, tahu tempe di masak apa aja enak, bisa jadi pengganti lauk, atau pendamping menu makanan “ ungukap Mutia. Meski demikian, Masyarakat berharap Pemerintah segera turun tangan untuk menurukan harga Kedelai Import, jika perang Iran-Israel-Amerika Serikat Terus bergejolak, Masyarakat khawatir bahan baku Import andalan Indonesia ini akan terus naik bahkan langka. Diperlukan adanya kebijakan Pemerintah sebagai Langkah antisipasi (*) Navigasi pos Ketua SMSI Lampung Dorong Pelaku Usaha Media Online Konsisten dan Berintegritas