Masyarakat Kota Bandar Lampung kembali dihadapkan pada tekanan ekonomi di sektor perdagangan. harga plastik kemasan di kota ini melonjak tajam hingga dua kali lipat. kenaikan ini diduga dipicu oleh dampak ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang mengganggu rantai pasok global. Kenaikan harga mulai terjadi sejak bulan Ramadan lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. stok plastik di pasaran semakin menipis, membuat para pedagang kesulitan mendapatkan barang dengan harga normal. Dampaknya, daya beli masyarakat ikut melemah dan transaksi jual beli menurun. Dari pantauan di Pasar Cimeng, Telukbetung Selatan, para pedagang mengaku tertekan dengan lonjakan harga yang terjadi pada berbagai jenis plastik. kenaikan terjadi hampir di semua produk, mulai dari plastik bening, kantong kemasan, hingga gelas plastik. Salah satu pedagang plastik, Hawi menuturkan, sebelumnya, plastik bening dijual sekitar Rp.30.000 per kilogram, kini harganya mendekati Rp.50.000. Sementara plastik kemasan kiloan yang semula Rp.32.000, naik menjadi Rp.55.000 per kilogram. Tak hanya itu, plastik kantong bening yang sebelumnya Rp.28.000 per ikat, kini melonjak menjadi Rp.48.000. Bahkan plastik daur ulangpun ikut naik dari Rp.13.000 menjadi Rp.15.000 per ikat. Kenaikan juga terjadi pada produk lain seperti gelas plastik, yang sebelumnya dijual Rp.9.000 per roll, kini menjadi Rp.13.000. “ Kondisi ini membuat para pedagang tidak berani menyetok barang dalam jumlah besar, kita memilih membeli secukupnya saja untuk kebutuhan harian demi menghindari kerugian lebih lanjut” Ujar Hawi Dampak kenaikan harga plastik turut dirasakan pedagang makanan ringan, biaya produksi meningkat, sementara daya beli masyarakat justru menurun. Salah satunya Sinta misalnya, Ia mengaku terpaksa menyiasati dengan mengurangi isi produk agar harga jual tetap terjangkau. “ kita belum naikin harga makanan, karena memang sepi pembeli, kalo kita naikin harga nanti takut malah gak laku, jadi ukuran saja yang kita kurangi “ keluh Sinta Sinta menambahkan, dalam satu bulan terakhir, harga plastik telah mengalami kenaikan hingga tiga kali. Kondisi ini membuat omzet pedagang turun hingga 50 persen. Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga, agar aktivitas perdagangan kembali normal dan daya beli masyarakat dapat pulih (*) Navigasi pos Lansia di Tanggamus Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Hilang