BANDAR LAMPUNG- Mahasiswa Jurusan Rekayasa Kosmetik Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menciptakan Inovasi Sabun Madi yang di beri nama  “PICABEE” berbahan dasar  Propolis. bahan baku ini diperoleh dari Desa Pemerihan Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat,  salah satu pusat budidaya lebah di Lampung.

Inovasi Pemanfaatan bahan alam untuk perawatan tubuh ini di ciptakan oleh Dr. Achmad Gus Fahmi, S.Si., M.Si,. Dosen Jurusan Rekayasa Kosmetik ITERA. Menurutnya, hal yang mendasari terciptanya inovasi ini melihat Desa Pemerihan yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, sehingga potensi lokal ini sudah semestinya dimaksimalkan sebagai roda penggerak ekonomi diwalayah tersebut.

“ Peternakan Lebah menghasilkan berbagai jenis produk seperti Bee pollen, Madu, Propolis,  Royal Jelly dan masih banyak lagi,  sayangnya masyarakat belum bisa memanfaaatkan potensi ini menjadi produk turunan, maka kami (ITERA) memberikan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan sumber daya alam dengan mencipatakan  Sabun Mandi  berbahan dasar Propolis ” ujar Gus Fahmi  Kamis (29/01/2026)

Tidak berhenti sampai disitu saja, nantinya Dr. Achmad Gus Fahmi, S.Si., M.Si, juga akan membantu memasarkan produk Sabun Mandi  “PICABEE”, mengurus proses Perizinan dengan menggandeng Pihak Swasta.  Agar produk ini nanantinya dapat di terima pasar, bisa bersaing, namun tetap memperdayakan masyarakat Desa Pemerihan, sehingga diharapkan terbentuknya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai Langkah awal Ia telah mengirimkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk men-sosialisasikan kepada warga setempat terkait proses produksi, mulai dari bahan baku propolis, bahan campuran, alat produksi, proses cetak Sabun Mandi, packaging (pengemasan), pengenalan produk secara luas, sampai pada keterampilan dasar berwirausaha.

Inovasi dan Sosialisasi tersebut di sambut antusias oleh warga setempat, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Pemerihan, Janjiyanto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Itera Bimbingan Dr. Achmad Gus Fahmi, S.Si., M.Si. “Melalui pelatihan ini, masyarakat mendapat wawasan baru untuk mengolah propolis menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah,” ujar Janjiyanto.

Sosialisasi yang di kemas dalam kegiatan Workshop itu di gelar sejak tanggal 18 sampai 21 Januari  lalu, di hadiri oleh KTH serta ibu-ibu PKK Desa Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat. (*)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *