Wilayah Kota Bandar Lampung diselimuti debu hitam pekat sejak sabtu petang kemarin hingga minggu (6/9). Debu ini merupakan abu vulkanik yang terbawa angin dan menyebar ke sejumlah Wilayah. Erupsi Gunung Anak Krakatau memang telah terjadi sejak jumat malam, debu pekat mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Saat berkendara mata terasa perih dan wajah terasa kasar lengket akibat debu yang menempel, masyarakat mulai menggunakan pelindung seperti masker, kacamata hitam, atau penutup wajah saat beraktivitas di luar rumah.

Di permukiman, teras teras rumah warga di selimuti debu hitam, warga berupaya membersihkan dengan menyiram air bersih, kendaraan yang terparkir pun  tampak diselimuti debu tebal.

‎‎

Mauddy (20) Warga Kelurahan Sukamenanti menuturkan, debu mulai masuk ke rumah, menempel di lantai dan perabotan rumah, kendaraan yang terparkir di teras rumahnya diselimuti debu tebal. Ia kahwatir akan menimbulkan sesak nafas dan ISPA (inspeksi Saluran pernafasan Akut), sehingga Ia memilih untuk tidak keluar rumah.

“ dari semalem sudah berulang kali di siram-siram, tapi debu hitam kembali menyelimuti, semoga aja cepet turun hujan dan eruppsi gunung anak Krakatau segera berhenti” harap Mauddy.

‎Warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah untuk melindungi diri dari paparan debu, bahkan sejumlah warga mulai khawatir debu dari semburan abu vulkanik dapat mengganggu Kesehatan. (*)