Produsen Tahu dan Tempe saat ini tengah menderita akibat kenaikan Harga Plastik yang hampir lima puluh persen. Kini penderitaan mereka kian parah akibat harga kedelai Import yang terus merangkak naik. Produsen tahu dan tempe di Kabupaten Tulang Bawang misalnya, mereka mengeluhkan harga kedelai impor yang terus merangkak naik namun pasti, harga kedelai pada senin siang kemarin tembus 540 ribu per sak, atau kisaran Rp.10.800 per kilogram. harga itu naik sekitar 500 rupiah per kilogram dibanding pekan lalu. Andreas Jamari, Produsen Tahu Di Desa Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang Menurutnya, kenaikan harga kedelain saat ini berdampak pada berkurangnya keuntungan. Meski harga kedelai naik namun ia tidak menaikkan harga maupun mengurangi ukuran tahu karena khawatir pelanggannya kabur. “ Plastik naik, bungkus tahu kan pake plastik, ini malah kedelai import juga ikut naik, kita belum naikin harga jual, jadi ya untung nya berkurang” keluh Jamari. Para produsen menyatakan permintaan tahu dan tempe kini meningkat dengan adanya keberadaan dapur makanan bergizi gratis (MBG) namun sayangnya, meningkatkan penjualan juga justru dibarengi dengan kenakan harga bahan baku. para produsen mendesak pemerintah segera menurunkan harga kedelai impor. jika tidak segera direspon pemerintah, bisa kemungkinan para produsen akan gulung tikar. (*) Navigasi pos 1 Unit Rumah dan Motor Ludes di lahap si jago merah